Mahasiswa STAI DDI Parepare ajak Budidaya Zanjabil (Jahe) sebagai tanaman obat keluarga (TOGA)

Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) STAI DDI Parepare tengah berlangsung. Salah satunya kelompok mahasiswa KPM di desa Lompo Bulo Kec.Pitumpanua Kab.Wajo, Dengan membuat proker bertema “Pengadaan Edukasi tanaman toga dan lomba taman toga sebagai upaya ketahanan kesehatan untuk desa lompo bulo di tengah pandemi covid-19”.

Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari yang diawali dengan lomba taman Toga pada tanggal 12 Maret 2022 dengan melibatkan beberapa Dosen STAI DDI Parepare sebagai tim penilai yaitu Bapak Ali Hafid, S.Pd.I, M.Pd, Bapak Abdullah S.Ag, M.Pd dan juga Ibu Putri Dewi S.Pd.I, M.Pd, dan pada malam harinya adalah kegiatan mengedukasi warga desa tentang Toga, baik khasiatnya, maupun cara mengolah tanaman toga menjadi minuman herbal yang berkhasiat untuk menjaga kesehata keluarga di masa pandemi ini, pada kegiatan edukasi sebagai edukator dan juga sebagai DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) yaitu Ibu Putri S.Pd.I, M.Pd mengatakan bahwa “Jahe (Zanjabil) adalah minuman yang akan diberikan oleh Allah SWT kepada para penghuni syurga sebagaimana tertulis dalam Al-qur’anul Karim Surah Al-Insan ayat 17-18” kegiatan ini diakhiri dengan praktek mengolah Toga menjadi minuman herbal dengan beberapa cara yg sangat mudah untuk dilakukan.

Sekretaris Desa Lompo Bulo Ambo Sakka menyatakan bahwa warga desa hampir semua memiliki tanaman Jahe dan menanamnya selain untuk konsumsi keluarga juga ingin dijual namun untuk di jual harganya sangat rendah yaitu 7000/kg hal ini membuat warga kurang bersemangat untuk budidaya tanaman jahe berskala besar yaitu menanamnya di ladang atau di kebun. Setelah warga menerima edukasi ttg Zanjabil (Jahe) yang memilki segudang khasiat ketika di dunia dan menjadi minuman para penghuni syurga ketika di akhirat kelak, mengundang antusias warga untuk kembali memperhatikan budidaya tanaman jahe.

Gustam selaku PJ dalam proker ini berpendapat bahwa pemilihan proker ini karena di desa ini memiliki jahe dan TOGA yang melimpah dan dapat diolah menjadi berbagai jenis olahan salah satunya adalah jamu yang dapat menambah imun tubuh ditengah pandemi Covid-19. Selain itu harapan luaran dari proker ini adalah mengolah jahe menjadi bubuk herbal dan praktis dalam penyajiannyaa bersama STAI DDI Parepare yang akan mendampingi proses pengolahan dan proses pemasaran menjadi minuman herbal yang instan dan praktis dan mampu menumbuhkan ekonomi desa.Gustam (Mahasiswa KPM) desa Lompo Bulo mengatakan bahwa ingin menjadikan des Lompo Bulo ini menjadi desa home industri.

Ketua STAI DDI Parepare Bapak Dr.Junaidi, M.Ag sangat mendukung program ini dan beliau ingin menjadikan desa Lompo Bulo sebagai desa binaan STAI DDI Parepare yang akan berusaha memberdayakan sumber daya alam dan potensi warga sehingga akan tercipta masyarakat yg religius dan mandiri dengan potensinya sendiri.